Monday, April 18, 2011

Ketika Drama Korea Mengajarkan Gw Banyak Hal

Setelah sekian lama gw ga nulis post-post semacam ini, gw kembali. Kembali dalam konteks ini, adalah kembali di mana gw, telah menemukan suatu hal dalam hidup yang menurut gw penting. Artinya, ketika gw menulis post dalam konteks seperti ini, gw telah melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dalam hidup, sebagaimana manusia berproses dalam hidup untuk lebih memahami apa hidup itu.

Mengerti atau tidak dengan pembukaan di atas, itu ga penting. Gw nulis di sini cuma untuk nyimpen apa yang gw dapat atas perenungan gw akhir-akhir ini. Dan perlu gw katakan, apa yang mendorong gw untuk menemukan hal-hal ini, berasal dari sebuah drama Korea yang sudah tak asing lagi: Baker King.

Tokoh utama Kim Tak Gu, bener-bener menginspirasi gw untuk menjadi manusia yang lebih baik. Emang sih, ini fiksi. Tapi gw akui gw salut sama penulis naskahnya, sekaligus pemeran si Tak Gu sendiri yang gw ga tau (tepatnya lupa) siapa namanya.

Akibat nonton drama Korea itu, gw termotivasi untuk menjadi seperti si Tak Gu. Bukan, bukan bagian gw demen nonjok orang. Tapi: bisa tersenyum di segala situasi. Simpel, sangat. Tapi, apakah semudah itu untuk dilakukan? Jelas jawabannya, tidak.

Jujur gw ga tau harus mulai dari mana, karena gw ga bisa nulis beruntun karena pemikiran gw abstrak. Gw mungkin udah menyimpulkan banyak hal dan bertekad untuk mengingat dan menuliskan semuanya di sini, tapi yang ada gw malah lupa. Semoga aja gw inget.

Kembali lagi, selain murah senyum, si Tak Gu itu optimis luar biasa. Ga pernah negative thinking, sekalipun ke orang-orang yang emang jelas-jelas berlaku buruk ke dia. Naif dan bodoh, emang. Tapi, itu sebetulnya upaya untuk mencegah kita membenci orang lain. Does it make any sense? It does, for me.

Lalu, selain itu, Tak Gu menghargai orang lain. Dan dia tetap bisa bersikap baik ke orang-orang yang jelas-jelas lagi jahatin dia, bahkan melecehkan dia (di depan mata dia sendiri). Jadi, gw merasa sangat teramat sangat malu, gw ga mau kena bahkan ga mau ngomong ke temen gw sendiri cuma gara-gara dia jahat ama gw, yang kalo dibandingin ama yang dialami Tak Gu, gw mah ga ada apa-apanya.

Lho, kan fiksi? Naif lu. Okelah. Tapi, kenapa ga dicoba? Gw juga belajar dari Tak Gu, jangan pernah mengatakan ga bisa kalo belom dicoba. Oke gw akan menerapkan ini. Dan, gw mau menjadi salah satu manusia yang membuktikan kalo ada manusia yang kek gitu, ga cuma di sinetron doang. Dan jangan katakan gw terlalu naif.

Kalo gw nyeritain semua tentang si Tak Gu, gw rasa gw layak untuk buka website Tak Gu. Maka dari itu, gw akan masuk ke bagian kesimpulan gw akan hidup, yang semua berasal dari drama korea ini.

Kita, sebagai manusia, punya banyak kesempatan. Kita ga tau apa yang akan terjadi. Tapi apa yang akan terjadi, sejahat apapun hidup sama kita, sekasar apapun nasib sama kita, jangan pernah mengeluh. Lalu, tetaplah berbuat baik, apapun yang terjadi. Dengan begitu, lu punya beberapa hal yang bisa membuat diri lu bangga akan diri lu sendiri, karena ga semua manusia, mampu berlaku seperti itu.

Hidup gw belakangan ini, mengajarkan gw untuk punya prinsip. Sebagai mahluk yang dianugerahi hidup, sudah sepatutnya kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan setiap saat. Namun menjadi orang yang perfeksionis justru akan menyiksa diri sendiri (itulah yang gw rasakan karena ga bakal ada yang perfek, gw ga bakal pernah puas, orang-orang lain tertekan, dan ga ada bagus-bagusnya). Jadi, kembali ke prinsip, prinsip akan membuat kita menjadi manusia yang lebih 'nyata' dan diakui. Gw berani menyimpulkan itu.

Prinsip-prinsip itu, tergantung kita sendiri. Kita, sebagai manusia, punya kebebasan untuk menetapkan apa saja yang baik, yang dapat kita jadikan prinsip, untuk hidup dengan lebih baik. Dan bagi gw, gw akan menerapkan beberapa hal baru dalam prinsip hidup gw.

Kekonsistenan (dalam perbuatan dan kata-kata).
Kejujuran (ga ada yang perlu disembunyikan).
Masalah hari ini adalah hari ini, besok adalah besok. Rencana hanya membantu agar semuanya lebih teratur dan berjalan dengan lancar.
Positive thinking.
Tersenyum setiap saat, dan gw akui, itu bener-bener punya kekuatan tersembunyi.
Ga peduli kata orang lain (semua itu, kembali pada diri kita sendiri).
Harga diri (siapapun kita, kita itu memiliki nilai, dan itu tercermin dari tindakan dan hati kita).
Tanggung jawab.

Gw mungkin melupakan beberapa detail dan belum semua gw kasih. Tapi, mulai sekarang, gw akan mencoba untuk hidup dengan prinsip-prinsip tersebut. Yang gw utamakan adalah harga diri.

Tapi semua hal di atas itu gw anggap penting. Dan gw berharap, semakin ke depan, gw, memiliki segala aspek tersebut.

Gw, mungkin terlalu idealis dan naif. Tapi jangan pernah ngomong 'ga mungkin' lagi di depan gw. Gw itu, jujur gw gampang dengerin orang lain. Jadi, sekalinya lu bilang ga mungkin di depan gw, maka gw akan nyerah gitu aja. Makanya, gw, mulai saat ini mau berprinsip dan ga mau dengerin kata-kata orang lagi. Tekad dan keyakinan, ketulusan dan kebaikan, bahkan bisa mengalahkan realita yang sedang berlangsung. Jadi, biarkan gw bermimpi dan mencoba mewujudkan mimpi itu.

Harapan dan mimpi. Gw pengen menjadi manusia yang punya kedua hal itu lagi, setelah sekian lama menerima kata 'ga mungkin' dan 'ga bisa'.

Dan, gw ingin menyampaikan, jika lu semua memiliki hal-hal di atas, maka lu memiliki hal yang bisa lu banggakan. Dan lu, menjadi manusia yang mempunyai harga diri yang tinggi.

Jujur selama ini, gw masih mencari identitas dan pengakuan dari orang-orang. Makanya, gw berkenalan dengan eksistensi. Eksistensi emang gw kejar dari jaman SD dulu, tapi gw tau ga semua orang punya kesempatan untuk mempertahakankan hal tersebut. Dan gw mulai kehilangan eksistensi gw di SMA.

Awalnya gw rada kecewa dan frustasi dengan keadaan tersebut. Tapi akhirnya gw memutuskan, cukuplah gw punya prinsip dan segala hal yang bisa membuat gw menjadi manusia yang baik, itu bisa membuat gw bangga akan diri sendiri. Dan dengan begitu, gw harap gw jadi bisa lebih ngebantu orang lain, karena hal-hal tersebut memang tercipta karena kehadiran orang lain.

Dan hari ini, gw punya impian baru, sebuah cita-cita, dan bukan profesi: gw pengen menjadi orang yang diinget karena tindakan dan prinsip gw, karena, ga semua manusia memiliki, hal-hal tersebut.

Dan, sekali lagi, jangan bilang ga mungkin.

Biarlah hari ini gw menutup hari dengan idealisme tingkat tinggi. Dan gw berdoa, dan berharap, agar gw ga pernah turun dari idealisme ini. Amin.




Mon, Apr 18, 2011.
8 days before Bradley's birthday.

Ohya, dan gw pun menemukan fakta lain yang menguatkan gw di drama Korea itu: "teman adalah salah satu hal yang paling berharga, karena manusia adalah hal paling berharga di dunia ini." -Guru Pal Bong.

Tapi, perlu gw akui, ga semua temen yang kelihatannya temen, adalah temen sejati. Gw, hanya berusaha mempertahankan hubungan dengan orang-orang yang gw anggep, emang pantes untuk gw kasi gelar "sahabat" di hidup gw.

0 comments: